Bandeng Indramayu
Indramayu – Masyarakat Indramayu secara tradisional turun temurun membudidayakan bandeng. Tapi, budidaya bandeng dulu tanpa ada perlakukan khusus, tanpa pemberian pakan, tanpa manajemen pergantian air dan tanpa pemberian obat-obatan.
Budidaya bandeng secara intensif menggunakan pakan pelet di daerah tersebut baru dimulai di era 90-an. Keterangan tersebut disampaikan Tejosukmono, Technical Service & Sales Aquafeed Operation PT Suri Tani Pemuka. “Haji Sardi, pelanggan kami, merupakan pembudidaya perintis intensifikasi,” kata Tejo. Pihaknya melihat potensi yang besar dan menggarap wilayah tersebut sebagai market. Tak dipungkiri, perusahaan ini pelaku utama produsen pakan bandeng di daerah itu.
Kuncinya di Kualitas Air
Intensifikasi budidaya menuntut manajemen tidak seadanya. Soal ini, Sardi menyebut kata kunci kualitas air. Pengelolaan air menentukan hasil budidaya. “Apabila pergantian air tambak rutin dilakukan, bandeng pasti akan tumbuh optimal,” Sardi menegaskan. Lanjut pria yang mempekerjakan 20 karyawan ini, tanda air tambak agak keruh dan bandeng tidak mau makan menunjukkan air harus diganti. “Bila perlu, tambahkan vitamin sebagai perangsang nafsu makan. Setelah itu bandeng pasti kembali normal,” urainya. Ia menambahkan, pergantian air sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sekali.
Adanya hewan liar juga dapat menyebabkan air menjadi tidak nyaman bagi bandeng. Salahsatu diantaranya udang rebon. Organisma ini menyebabkan ikan dalam kolam tidak nyaman dan akhirnya ikan tidak mau makan,” Dan Sardi menggunakan sejenis desinfektan tertentu untuk membasminya.
Saat ditanya penyakit, Sardi yang membina sejumlah plasma ini menyatakan, soal itu sebagai kelebihan lain dari budidaya ikan bandeng. Pasalnya, belum ada penyakit yang dapat berdampak pada kerugian secara besar-besaran. “Sampai saat ini, saya belum dengar ada penyakit bandeng yang menyebabkan kematian masal,” kata Sardi.
Pernyataan senada dikemukakan Sukamto, pembudidaya bandeng asal Juwana, Jawa Tengah. “Selama 20 tahun menggeluti budidaya bandeng, saya tidak pernah menemui penyakit yang merugikan usaha saya,” demikian ujarnya kepada TROBOS. Artinya, risiko penyakit yang dihadapi relatif kecil. [TROBOS]
Metode tercepat budidaya bandeng di tambak yang 6 bulan sekarang hanya 3 bulan sudah panen dengan ukuran 4 ekor/kg. Hub: 0819 0818 4503