Protes, Minta Absensi Sidik Jari Ditiadakan
Indramayu – SUKRA – Ribuan pekerja PT Truba Jaya Engineering (TJE) pada proyek PLTU 1 Jawa Barat, Rabu (6/5) melakukan aksi mogok kerja. Mereka memprotes pemotongan upah yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Informasi yang dihimpun koran ini, aksi unjuk rasa dilakukan sekitar pukul 08.00, saat para pekerja baru saja masuk ke lokasi proyek PLTU yang terletak di pesisir pantai Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra tersebut.
Bukannya memulai aktivitas pekerjaan, seluruh pekerja yang bertugas di bagian helper, wilder, teknisi maupun mekanik, justru ramai-ramai meluruk kantor manajemen PT TJE untuk mempertanyakan upah yang mereka dapat.
Pasalnya, honor yang mereka terima sehari sebelumnya, Selasa (5/5), dianggap tidak sesuai dengan jam kerja yang telah diikuti. Para pekerja mensinyalir, sistem absensi sidik jari (finger print) yang baru diberlakukan sebulan lalu oleh pihak perusahaan, menjadi biang penyebabnya.
Jam kerja mereka banyak yang tidak tercatat, lantaran para pekerja jarang melakukan absensi lewat finger print yang terletak tidak jauh dari pintu masuk proyek PLTU. Para pekerja mengaku belum terbiasa dengan sistim absensi yang baru itu, dimana sebelumnya menggunakan sistim manual.
Bahkan ada beberapa pekerja yang sudah sebulan beraktivitas penuh, upahnya hanya Rp150 ribu. Padahal biasanya upah yang diperoleh mencapai Rp2 juta perbulan.
“Dulu pakainya cukup paraf saja, ada mandor yang mengawasi. Kadang karena tidak tepat waktu melakukan absensi sidik jari, jam kerjanya tidak dihitung atau dikurangi. Padahal pekerja itu memang benar-benar bekerja, malah sampai lembur lagi,” ungkap salah seorang pekerja.
Dia tidak mau namanya dikorankan. “Jangan mas, nanti saya malah bisa dipecat,” katanya.
Untungnya, pihak manajemen perusahaan memahami persoalan itu. Mereka mengakomodir tuntutan para pekerjanya dengan cara struk upah bulan lalu langsung dikumpulkan untuk diverifikasi ulang. PT TJE juga berjanji akan memperbaiki sistim absensi bagi para pekerja.
Unjuk rasa yang hanya berlangsung sekitar 20 menit itu, berlangsung tertib dan aman. Kendati begitu, pihak kepolisian tetap berjaga-jaga di kawasan lokasi proyek PLTU 1 Jawa Barat 3 X 300 MW milik PT PLN tersebut. (kho) [Radar]
Ya, mungkin karena itu
Wah ampe mekonon ya.. Aja gelem ditindas ya. Wong pribumi kudu kuat..