Aku Menyerumu Darma Ayu
Aku Menyerumu Darma Ayu
Akan tetapi kelak nanti Allah melimpahkan
RakhmatNya yang berlimpah
Darma Ayu kembali makmur,
Tak ada suatu hambatan,
Tandanya,
Jika ada ular menyeberangi Kali Cimanuk
Sumur kejayaan mengalir deras,
Lampu menyala tanpa minyak,
Semua kembali hidup makmur,
Manunggal dengan prajurit,
Membantu penguasa,
Hidup aman dan tentram,
Semua kembali makmur,
Seluruh negara hidup makmur.
Malam mendesak pelan
Jarum jam memenggal-menggal sepi dalam dada
Di luar, angin merapat pada pohonan
Dan rumput yang berembun
Terasa hari seperti menghirup racun
Sementara malam menawarkan jejak pendapat
Tentang kota yang dibungkam masa depannya.
Pikiranku mengembara,
Menapaki kampung dan sawah-sawah,
Dan kulihat saudara-saudaraku berlari dalam lumpur,
Melewati petak-petak sawah
Seperti selembaran catatan sekolah yang lusuh
Yang dilindas mesin-mesin waktu.
Aku menyerumu, Wiralodra
Di dalam sunyi yang pengap ini
Sukmaku mengembara di jalan-jalan
Mencari-cari Nyai Endang Darma Ayu
Dan pada setiap riak Cimanuk aku panggil namamu.
Namun, di tengah jalan kembaraku
Aku disekap segerombolan perampok
Tak lain adalah prajuritmu sendiri.
Aku coba menghindari nasib,
Kembali memburu wangi Nyai Endang Darma Ayu
Berbekal luka golok di dadaku
Yang semakin malam racunnya menjalari tidurku.
Wiralodra, setelah sampai di sebuah desa
Aku mencium bau minyak dari nafas mereka
Kemudian matahari membakar ingatan dan pikiran mereka.
Mereka disekap keadaan
Kuping mereka disumpal kapas
Mulut mereka disumbat bangkai.
Hidup macam apa ini, Wiralodra?
Hidup di tengah-tengah omong kosong
Sungai Cimanuk sudah lama kering
Berganti keringat yang diperas dari kebodohan mereka
Maka, sejak saat itu tak ada ular
Yang menyeberangi sungai Cimanuk
Orang-orang saling curiga
Perempuan lupa rumahnya
Suami lupa istrinya
Anak-anak lupa orangtuanya
Orang tua lupa anaknya
Dan pemimpin lupa rakyatnya.
Wiralodra, aku menyerumu datang
Ke tanahmu yang hampir hilang.
Akan kukawin sukma Nyai Endang Darma Ayu
Kupinang setiap jerit kesakitan mereka
Agar mereka dibangunkan dari tidur panjang
Dan diangkat derajat mereka.
Sanggar Suto, 2007