|

Kondisi Waduk Cipancuh

Indramayu - Waduk Cipancuh yang terletak di Desa Situraja Blok Wadukan, Kecamatan Gantar, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain mengalami penyempitan dan pendangkalan yang parah, puluhan meter tanggul yang mengelilingi waduk, keadaannya mulai kritis dan banyak yang jebol.

Waduk yang memiliki luas 700 hektare itu semula mampu menampung 13 juta meter kubik air. Namun, kemampuan daya tampung air itu terus berkurang hingga 50 persennya akibat terjadinya pendangkalan maupun penyempitan.

Pendangkalan waduk yang dibangun sejak jaman kolonial Belanda itu disebabkan karena banyak faktor. Diantaranya karena lumpur dan bangkai sampah masuk ke dalam tampungan waduk. Selain itu, sedimentasi juga terjadi karena usia waduk sudah cukup tua.

Sementara, upaya rehabilitasi atau normalisasi waduk yang semestinya dilakukan oleh pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II, terkesan diabaikan. Penyempitan arel waduk, lantaran tanah-tanah yang dangkal dirambah dan dibuka sebagai lahan pertanian oleh warga setempat. Jadinya, luas waduk lambat laun makin menyusut.
Parahnya, setiap kali musim penghujan ditandai meluapnya air waduk, kondisi tanggul bendungan terus bergerak dan semakin kritis. Dibeberapa titik malah sudah ada yang jebol. “Tanggul yang rusak diperbaiki, tapi kalau musim hujan lagi, ya rusak lagi,” ujar Riwan (44) warga sekitar.

Diakuinya, kendati sering meluap, air dari waduk Cipancuh tidak limpas dan membanjiri pemukiman penduduk di sekitarnya. Namun jika tidak segera ditanggulangi, ribuan hektare sawah di sejumlah desa wilayah Kecamatan Gantar dan Haurgeulis, terancam kekeringan parah saat musim kemarau.
Kuwu Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Sukardi ST mengatakan, sudah sejak lama lahan pertanian di desanya tidak lagi mengandalkan pasokan air dari waduk Cipancuh. Fungsi waduk yang semestinya berguna untuk pengairan sawah tidak bisa berjalan maksimal setiap musim kemarau berlangsung.
Sehingga petani di desanya terpaksa melakukan pompanisasi kali Cipancuh yang juga sebagai sumber air utama waduk. “Jaringan saluran irigasinya juga sudah tidak maksimal. Waduk Cipancuh, tidak bisa diandalkan lagi,” terangnya.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi D Drs H Soekarno Hermawan MM menyatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan PSDA Wilayah Citarum Provinsi Jawa Barat, selaku pihak yang memiliki kewenangan terhadap waduk Cipancuh untuk segera melakukan upaya perbaikan.
“Memang sudah banyak aspirasi terkait sudah memprihatinkannya kondisi waduk Cipancuh. Kita serap dan terus berupaya merealisasikannya dengan mendorong pihak berwenang dalam hal ini PJT untuk melakukan tindakan secepatanya,” jelas Soekarno. [RadarCirebon]

Tags:

9 Responses for “Kondisi Waduk Cipancuh”

  1. samsul says:

    angger bae dermayu mah.,.,.,.,.

  2. samsul says:

    anggger bae dermayu mah,, laka suing peta.

  3. Sobana kr.Malang says:

    Karepe w0ng due jaBatan beh gah seDULUR,
    kita gah due sawah Ning WagIR,perek wadukan, ya PasRAH ,

  4. Musti cepat tanggap. Jangan sampe hujan sebelum payung.

  5. Gareng says:

    Bli aneh sedulur kabeh,,,

  6. WONG DERMAYU says:

    INDRAMAYU SUGIH JEH ORA BISA BANGUN BENDUNGAN !YA ANEH ,DUWITE PADA MENDI,DI COLONG?…

  7. manit wong bongas says:

    AREP NUNGGU KAPAN?APA NUNGGU JEBOL,,?APA KEJADIAN DIKIT ,ANA KORBAN TERUS NEMBE DIBANGUN ?TOLONG DIPIKIRAKEN NASIBE RAKYATE PAK YANCE LAN PJT 11….. TULUNG YAAAAA

  8. mamas sing duwe lempuyang says:

    minta kesadaran PJT 11 dan pemda indramayu,untuk memperbaiki bendungan ,demi keelamatan dan kemakmuran rakyat indramayu…..

  9. AJA SAMPE TRAGEDI SITU GINTUNG TERULANG…!!! YAIKU BENDUNGAN DADI JEBOL…!!!

Leave a Reply

WordPress