|

Indramayu Ciptakan Sarjana Pengusaha Mandiri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) melakukan kerja sama program pengembangan pendidikan untuk menciptakan sarjana pengusaha yang mandiri.

Program tersebut,melibatkan seratus calon mahasiswa Ikopin berasal dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari Kabupaten Indramayu. Selain dididik di Ikopin,mereka juga akan dikirim ke Jepang untuk mengikuti program magang selama satu tahun.

Kampus-IKOPINPenandatanganan nota kesepahaman (MoU) program pengembangan pendidikan tersebut dilakukan Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin (Yance Irsyam) bersama Rektor Institut Manajemen Ikopin, Prof. Dr. Rully Indrawan, di pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (4/8). Hadir dan ikut menyaksikan, Deputi Bidang SDM Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Neddy Rafiandy.

Dalam pernyataannya, Rektor Institut Manajemen Ikopin, Rully Indrawan mengatakan, program kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut Ikopin atas rencana pengiriman ribuan pemuda Indonesia ke Jepang. Program tersebut,  merupakan tawaran khusus pemerintah Jepang kepada Indonesia dalam kerangka peningkatan kadar kompetensi akademik dan kewirausahaan.

“Kebetulan, Indramayu adalah satu-satunya daerah yang paling siap menyelenggarakan program ini. Dan ketika kami tawarkan, saat itu dengan Pak Deputi Menteri (Neddy Rafiandy), Bupati Indramayu langsung merespon,” ujar  Rully.

Sementara itu,Deputi Menteri Bidang SDM Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Neddy Rafiandy mengatakan, program kerjasama yang dibangun antara Pemkab Indramayu dan Ikopin akan dijadikan pilot project  Kementerian Koperasi dan UKM. Sebab  program tersebut memiliki banyak manfaat bagi pengembangan kewirausahaan masyarakat.

“Saya akan berkeliling ke daerah-daerah agar terbangung kesadaran yang sama untuk membuat program seperti di Kabupaten Indramayu ini. Sangat bagus, karena bupati begitu merespon,” tandas Neddy.

Ditemui usai penandatanganan MoU dengan Ikopin, Yance mengatakan,untuk program ini pemkab telah menyiapkan anggaran yang cukup besar. Setiap calon mahasiswa magang yang akan dikirim ke Jepang, pemkab telah menyiapkan anggarannya yakni Rp.5 juta/orang. Untuk itu, Yance berharap agar program tersebut diikuti secara serius oleh pemuda Indramayu.

“Bila perlu, tahun depan kami siapkan 200 sampai 1.000 pemuda untuk program ini. Soal anggaran, kami sudah siapkan. Hal ini penting dilakukan demi untuk meningkatkan sumber daya masyarakat Indramayu,” tegas Yance.

Program pengembangan pendidikan untuk menciptakan sarjana pengusaha yang mandiri tersebut muncul setelah ada tawaran resmi dari pemerintah Jepang pada awal tahun 2008 lalu. Saat itu, Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda menyetujui usulan agar Republik Indonesia-Jepang membangun projek monumental di bidang sumber daya manusia. Untuk ini, Jepang akan menerima ribuan mahasiswa, politikus muda, pebisnis, serta elemen generasi muda lainnya dari Indonesia untuk belajar di Jepang. (Pikiran Rakyat)

Tags: ,

Leave a Reply

Free WordPress Theme