Begitu Mahal Biaya Pemilihan Bupati Indramayu
Pemilihan Bupati Indramayu tidak lama lagi akan digelar, seperti layaknya pemilihan, aroma kampanye sudah kita rasakan beberapa bulan sebelumnya. Baik aroma sedap maupun tidak sedap, seperti yang diwartakan oleh media, bahwa alokasi biaya penyelenggaraan Pilbup Indramayu kali ini menelan anggaran sekitar Rp 38 Miliar untuk 2 kali putaran pemilihan.
Uang rakyat yang bakal dihabiskan untuk ongkos Pilbup (Pemilihan bupati dan wakil bupati) Indramayu yang bakal digelar Agustus 2010, jumlahnya Rp 38 Miliar untuk 2 kali putaran.
Dari jumlah uang sebanyak Rp38 Miliar itu, kata Trisnoningsih, anggota Fraksi Demokrat DPRD Indramayu, baru dianggarkan dalam APBD 2010 sebesar Rp 28 Miliar. Sisanya Rp 10 Miliar belum dianggarkan.
Padahal sisa dana yang belum masuk anggaran Rp 10 Miliar itu merupakan ongkos Pilbup Indramayu untuk putaran ke-2.
Oleh karena itu, ajak Trisnoningsih, eksekutif dan legislative sebaiknya sejak sekarang berupaya mencari jalan keluar untuk memenuhi kekurangan dana ongkos pemilihan bupati dan wakilnya. Termasuk dana untuk tunda (tunjangan daerah) untuk para guru dilingkungan Dinas Pendidikan dan Gaji Ke-13 seluruh PNS di Indramayu.
Kasubag Humas dan Hukum KPUD Indramayu, Drs. Sunardi, SH dijumpai Pos Kota, Kamis (14/1) mengemukakan, anggaran Rp 38 Miliar untuk Pilkada Indramayu paling banyak diserap untuk honor petugas di TPS (Tempat Pemungutan Suara). “Honor petugas TPS yang bekerja sehari semalam itu tidak mungkin hanya diberi Rp100 ribu,” ujarnya.
Menyinggung soal jumlah TPS yang akan dibuat dalam Pilbup Indramayu, seluruhnya 2.600 buah. Dengan asumsi setiap 1 TPS akan melayani sedikitnya 600 orang atau Hak Pilih.
Menurut dia, jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pilbup Indramayu sebanyak 1,4 juta. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan jumlah hak pilih saat Pemilu Legislatif maupun Pemilihan Gubernur dan Wakilnya, beberapa waktu lalu.
Besarnya anggaran ini tentu bukan tanpa alasan dan juga bukan tanpa kontra. Alasan dan kontra terhadap keputusan ini akan melahirkan perdebatan yang tidak ada habisnya.
Bagi saya pribadi, jika memang dana sebesar itu dibutuhkan untuk kemajuan Indramayu, tidak ada masalah tapi dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran atau terjadi korupsi, apalagi jika dilakukan secara bersama-sama.
Dilain sisi, mungkinkah dana ini bisa dihemat sehingga sebagiannya bisa dialokasikan untuk pembangunan dibidang lain ?
iya … beli beres … buang – buang duit bae … !!!
dari pada duit’e rakyat Indramayu entok genang PilBup … ???
mending gah genang modal usaha pengangguran bae … !!!
amberan laka pengangguran ning Indramayu … !!!
cobalah tengok rakyat yang masih banyak kekurangan,,untuk makan susah,untuk sekolah apalagi…biaya kesehatan mahal…kasus gizi buruk masih banyak…lihatlah pula jalan2 sudah tidak layak..harusnya,,para calon “pemimpin” itu mengumpulkan dana untuk acara sosial..bukanya malah mengambil dana rakyat untuk kepentingan mereka..maaf sebelumnya…!
Sekolah larang, beras larang, obat2an larang,
duite wong dermayu malah dibuang-buang. sing enak……………… ya sing dodok bari ngopi, nyipit duit rakyat
Larang banget cah Demokrasi ? Makane aja yalagunaaken demokrasi iki, kudu pada sadar kabe ambiran dermayu “REMAJA” lan “Bumi Wiralodra masyarakate pada ngrasani kemakmuran” Oke!!!.
duwit diambur-amburaken, padahal iku duite rakyat, indramayu masih akeh wong ora mangan, masih akeh wong ora bisa sekolah……