Tragedi Kopi dan Rokok
Anda penggemar kopi dan rokok? Sebaiknya dari sekarang mulai kurangi atau lebih bagusnya mulai berhenti. Ya, ini hanya sekedar sharing pengelaman yang terjadi kepada saya. Kenapa? seminggu yang lalu, saya terkapar selama 4 hari di rumah sakit karena rokok dan kopi itu. Dalam sehari saya menghabiskan paling sedikit empat sampai lima gelas kopi ( baik kopi item maupun kopi instant). Belum lagi ditambah rokok, sehari mengabiskan 3 sampai empat bungkus.
Lantas apa yang terjadi? klimaksnya pada saat itu, saya harus dibantu tabung oksigen untuk bernafas. wah, betapa tersiksanya. Awal kejadiannya sedang kuselesaikan malam itu sebuah buku kedua yang rencana awalnya pada bulan akhir Desember 2009 selesai. Dan target seperti biasa di tahun baru awal bulan Januari 2010 rencannya akan kukirimkan ke penerbit. Namun sayang baru selesai menulis satu bab (5 halaman), ternyata Allah berkehendak lain. Sedang asyiknya menulis, tiba-tiba saya dikejutkan dengan susahnya bernafas, Alhasil saat itu juga saya buru-buru dibawa kerumah sakit dengan komputer yang masih menyala serta sederet tulisan yang belum sempat kututup.
saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang dampaknya apabila sering minum kopi dan merokok karena dua sahabat karib tersebut sudah sering digembar-gemborkan oleh siapa saja baik orang tua kita sendiri, istri, anak, sanak saudara, teman, media massa (televisi dan radio), ataupun di intrernet dengan bantuan mbah Google untuk mencari informasi tentang rokok dan kopi yang berjibun. Dan jujur saya akui semuanya saya acuhkan, mungkin termasuk juga anda?. Memang selain dua sahabat karib tersebut, terkaparnya saya disebabkan pula karena kurangnya istirahat alias jarang tidur. Ya saya adalah workholic, selain itu makan pola makan yang tidak teratur dan karena kopi dan rokok itu yang menyebabkan tidak adanya nafsu makan. Belum lagi kebiasaan tour bersama scooter butut & gembel ke berbagai kota dan provinsi yang apa adanya walaupun angin malam dan hujan deras mengguyur.
Kini, apabila anda membaca tulisan orang sakit gara-gara rokok dan kopi ini, terlambat adalah lebih baik daripada tidak sama sekali. Saatnya anda mulai berpikir dan berkontemplasi, berhentilah merokok dan jangan sering-seringlah minum kopi. Jangan sampai tragedi vonis penyakit maag dan bronchitis seperti saya bisa terjadi kepada anda. Dan gara-gara ini pula, sudah hampir dua minggu saya harus makan bubur. Bayangkan semua makanan enak yang biasa saya konsumsi, sekarang harus ada yang dipantangin (wah gimana gak nyesel tuh), belum lagi harus menelan banyak pil dan kapsul yang dulu saya paling anti, serta semua aktivitas jadi terganggu. Yang jelas kerugian seperi biaya, waktu, tenaga dan pikiran akan menghantui anda. Anda Mau???
Oleh : Murad Maulana dalam blognya