Kebiasaan yang Perlu Diluruskan
Di selasar-selasar kamar perawatan seolah-olah mereka sudah memesan ‘lapak’ itu. Cukup banyak jumlahnya. Mungkin hanya satu pasiennya, tapi yang gantian jaga bisa sampai lima orang. Lengkap dengan membawa anak-anaknya. Dimanapun bisa dijadikan tempat untuk istirahat, bahkan di bawah pohon sekalipun.
Tidak ada yang salah dengan hal ini. Mereka hanya ingin menunjukan rasa solidaritas terhadap keluarga, sahabat, atau tetangganya. Ini adalah bentuk perhatian khas orang kampung macam kami ini. Mampu melawan ketentuan RS sakit yang membatasi waktu kunjungan. Mereka 24 jam penuh akan tetap berada di samping saudaranya yang sakit dengan bergiliran jaga. Mengambil sembarang tempat di luar kamar untuk sejenak beristirahat. Tidak, tidak ada yang salah dengan ini. Justru rasa kekeluargaan ini harus dipupuk jangan sampai tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin dipengaruhi budaya asing yang semakin deras saja menggempur bangsa ini. Gotong-royong, teposeliro, atau kata-kata lain yang dulu kita pelajari waktu SD di pelajaran PMP (PPKn) dapat anda saksikan langsung di sini.
Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan niat mereka. Tapi, yang mungkin perlu diluruskan adalah cara yang mereka lakukan itu. Dengan berjaga 24 jam sehari penuh sebenarnya tidak memberikan ruang istirahat yang cukup bagi si sakit. Jika pun ia buuh bantuan, tentu sudah ada perawat/suster yang menjaganya. Atau dengan membawa bayi yang masih kecil dan rentan sakit ke lingkungan RS, bahkan hingga menginap, justru mengundang penyakit bagi si bayi. Atau yang paling ekstrim lagi adalah beberapa bapak-bapak dengan bebasnya merokok sembarangan! Di RS yang semestinya harus steril dari asap rokok!
Sulit untuk mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging. Mungkin di daerah lain pun memiliki kebiasaan serupa (kecuali mungkin di RS yang besar). Kebiasaan ini sudah saya temui semenjak saya masih kecil, setiap ada saudara yang sakit dan kami menjunguknya, ya pemandangan seperi itu sudah lumrah dijumpai.
Saya pribadi bangga dengan perilaku saudara sedaerah saya itu. Yang rela melepas waktu senggangnya untuk menjaga saudaranya yang sakit, bahkan hingga begadang. Tapi yang membuat saya miris ya itu tadi, banyak sekali perilaku yang kurang tepat dilakukan di lingkungan RS. Mungkin perlu pendekatan kekeluargaan dari pihak RS untuk memberi pengertian pada mereka. Para pasien butuh istirahat dalam suasana tenang, dan bersih dari asap rokok. Ini memang cukup sulit, tapi tak ada salahnya untuk dicoba, bukan?
Pages: 1 2

benar, ke-2 gambar tersebut diambil dari sebelah sisi timur Ruang IBS atau ruang Operasi. saya sebagai perawat yang bekerja di RSUD Indramayu merasa sangat Miris dan Terganggu dengan adanya banyak penunggu pasien yang kadang SANGAT SUSAH diatur.
Electricity is really just organized lightning.
BARI Maen KartU Pasti lebiH Mantap ya Mang ! !
BUkannya udah lurus ?
Justru malah rame tuh kalo yg kayak begitu… hahahaha.
mungkin karena RS di daerah kita baru TK 4, kalo tinkat 2 atau 1 sih ga kayak gini…. mudah2 an kepala daerah kita memperhatikannya. Yang patut di banggakan adalah di Indramayu sudah ada 2 RS yang sudah di Akreditasi (kayak sekolahan aja ya), yaitu RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Indramayu……
mungkin karena RS di daerah kita baru TK 4, kalo tinkat 2 atau 1 sih ga kayak gini…. mudah2 an kepala daerah kita memperhatikannya. Yang patut di banggakan adalah di Indramayu sudah ada 2 RS yang sudah di Akreditasi (kayak sekolahan aja ya), yaitu RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Indramayu……
Jadi kita semua sebagai elemen masyarakat wajib mengawasinya…… Bravo
Iya.. bagus sih.. Tapi ya kuen.. Perlu dilurusaken, aja sampe ngeganggu psien sejen sing lagi dirawat…
Wah kang kita pernah ngalami, sampai jarang mandi, haha udah kebaiasaan ja ga mandi kali ya.. lamon esuk tangi turu, dadi suasananya kaya terminal yang saya rasakan pada waktu itu, banyak yang jualan sarapan….